FTV itu mungkin singkatan dari Fantasy Television. Fantasy itu artinya Hayalan. pantes aja gua selesai nonton FTV gua selalu ngayal kisah cinta gua kayak FTV walaupun gua ga punya seseorang yang gua cintai *nulis di pinggir laut*
gua pernah nonton FTV. bisa dibilang sering. bahkan pas nulis ini gua lagi nonton FTV. dan ceritanya itu mainstream. mulai dari tabrakan dikampus trus bukunya jatoh pas ngambil buku bareng malah pegangan tangan. selama gua kuliah, gua ga pernah ngeliat ada orang yang kemana-mana bawa tas, tapi bukunya dipegang!! dan ditabrakan sampe bukunya jatoh!! tapi yang paling mainstream menurut gua adalah, cewek cakep dapetnya cowok cakep. lantas kemana orang yang jelek? mereka cemburu, dan berniat jahat. udah jelek, jahat. mungkin mereka berharap ada cewek yang mukul-mukul lucu sambil teriak manja "kamu jahat!". jujur, gua pengen digituin. berarti gua jahat, dan mungikin juga gua jelek!!
untungnya hal tersebut hanya terjadi di FTV. tidak untuk dunia nyata. jadi semangat buat orang jelek yang jomblo! *berdiri ditengah karang yang diterpa ombak*
Thursday, June 12, 2014
asal mula Jomblo dan Single
gua mau ngebahas tentang perbedaan jomblo dan single disini. sebenernya sih sama. sama sama belom punya pasangan hidup. bedanya, kalo Jomblo bisa menerima takdir. kalo Single adalah mereka yang "sendiri" namun tak ingin dibilang Jomblo.
Jomblo, ini adalah singkatan dari Jogja-Malioboro. harusnya sih Jombro, cuma berhubung yang nyupir cadel, jadi jomblo. diambil dari stiker angkot yang narik dari Jogja-Malioboro. supir tersebut hanya mau mengantar orang yang "sendiri". sampai akhirnya supir tersebut meninggal diangkot Jombro pada tahun 1940 (kena bom perang)
sedangkan Single, adalah singkatan dari Sidoarjo Jungle. jadi dulu ada pasangan yang ingin menikah di Sidoarjo, namun sang Wanita meninggalkan Pria yang malang itu "sendirian" dihutan(Jungle) yang berada di Sidoarjo. cukup tragis bukan?
itulah asal mula Jomblo dan Single (ngaco)
Jomblo, ini adalah singkatan dari Jogja-Malioboro. harusnya sih Jombro, cuma berhubung yang nyupir cadel, jadi jomblo. diambil dari stiker angkot yang narik dari Jogja-Malioboro. supir tersebut hanya mau mengantar orang yang "sendiri". sampai akhirnya supir tersebut meninggal diangkot Jombro pada tahun 1940 (kena bom perang)
sedangkan Single, adalah singkatan dari Sidoarjo Jungle. jadi dulu ada pasangan yang ingin menikah di Sidoarjo, namun sang Wanita meninggalkan Pria yang malang itu "sendirian" dihutan(Jungle) yang berada di Sidoarjo. cukup tragis bukan?
itulah asal mula Jomblo dan Single (ngaco)
Mie Goreng vs Nasi Goreng
gua mau ngebahas tentang Mie Goreng vs Nasi Goreng. pada tau kan makanan khas yang dua ini? yang membedakan dikeduanya adalah, yang satu pake mie, yang satu lagi pake nasi. cuma caranya sama. sama-sama digoreng!!
lalu apa yang mau gua bahas disini? gua juga sebenernya bingung. gua cuma asal tulis. jadi dibaca aja. kalo gakuat angkat tangan dan jatuhkan senjata anda. *soundtrack lagu the raid*
Mie Goreng, berasal dari nenek moyang kita. pas dia lagi ngerebus Mie, dia gasuka kuah. jadi kuahnya dibuang trus mie nya digoreng. jadilah Mie Goreng!!
kalo Nasi Goreng, berasal dari tetangga nenek moyang. tetangganya ini nenek nenek juga. jadi sebut saja nenek goyang, temen deket nenek gayung (ga penting). dia ga mau kalah. dia mau makan Mie Goreng tapi cuma punya Nasi. jadi dia kesel dan akhirnya mengoreng nasi tersebut!! jadilah nasi goreng!!
setelah nenek moyang dan nenek goyang memakan masakannya masing masing, mereka bertanya tanya, "kenapa rasanya ga enak?" ternyata karena mereka tidak pakai kecap. karena dulu kecap sulit didapat. hanya orang kerajaan yang boleh makan kecap. bahkan kecap sendiri diambil dari nama kerajaan. kerajaan cilacap (kecap).
suatu hari, kerajaan cilacap mengadakan kompetisi masak dengan bahan utama kecap. nenek moyang dan nenek goyang ikut dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan orang tersebut. ketika penilaian, skor nenek moyang dan nenek goyang imbang sampai babak kedua usai (kaya sepakbola).
sedangkan peserta lainnya harus menyerah karena skornya tertinggal jauh. dan juri pun memutuskan untuk menjadikan mereka berdua juara dikompetisi masak yang diadakan oleh kerajaan cilacap. itulah sejarah bohong dari Mie Goreng dan Nasi Goreng. believe it or not!! i think you not believe that!! because i dont believe that too!!
Mie Goreng, berasal dari nenek moyang kita. pas dia lagi ngerebus Mie, dia gasuka kuah. jadi kuahnya dibuang trus mie nya digoreng. jadilah Mie Goreng!!
kalo Nasi Goreng, berasal dari tetangga nenek moyang. tetangganya ini nenek nenek juga. jadi sebut saja nenek goyang, temen deket nenek gayung (ga penting). dia ga mau kalah. dia mau makan Mie Goreng tapi cuma punya Nasi. jadi dia kesel dan akhirnya mengoreng nasi tersebut!! jadilah nasi goreng!!
setelah nenek moyang dan nenek goyang memakan masakannya masing masing, mereka bertanya tanya, "kenapa rasanya ga enak?" ternyata karena mereka tidak pakai kecap. karena dulu kecap sulit didapat. hanya orang kerajaan yang boleh makan kecap. bahkan kecap sendiri diambil dari nama kerajaan. kerajaan cilacap (kecap).
suatu hari, kerajaan cilacap mengadakan kompetisi masak dengan bahan utama kecap. nenek moyang dan nenek goyang ikut dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan orang tersebut. ketika penilaian, skor nenek moyang dan nenek goyang imbang sampai babak kedua usai (kaya sepakbola).
sedangkan peserta lainnya harus menyerah karena skornya tertinggal jauh. dan juri pun memutuskan untuk menjadikan mereka berdua juara dikompetisi masak yang diadakan oleh kerajaan cilacap. itulah sejarah bohong dari Mie Goreng dan Nasi Goreng. believe it or not!! i think you not believe that!! because i dont believe that too!!
Tuesday, January 21, 2014
Hubungan Kebudayaan dengan kepribadian masyarakat Melayu
Kebudayaan merupakan karakter suatu masyarakat bukan karakter individual. Semua yang di pelajari dalam kehidupan sosial akan di wariskan dari generasi ke generasi berikutya yang merupakan kebudayaan.
menurut Ralph Linton, kebudayaan adalah warisan dari anggota masyarakat. artinya kebudayaan bersifat turun temurun. Meskipun masyarakat akan senantiasa silih berganti oleh kebudayaan dan kelahiram. kebudayaan itu sendiri secara langsung dapat mempengaruhi kepribadian individu, karena individu itu tinggal di lingkungan masyarakat yang memiliki kebudayaan.
dalam proses sosial kebudayaan tidak pernah lepas dari kepribadian, dalam proses belajar sosialisasi yang panjang. gagasan tingkah laku, atau tindakan manusia itu di tata, dikendalikan pola-polanya oleh sistem nilai dan norma dalam masyarakat. sebaliknya, kebudayaan turut memberikan sumbangan pada pembentukan kepribadian.
Walaupun berbeda satu sama lain hal itu akan dirancang oleh norma dalam proses sosialisasi dan proses kebudayaan selana hidup sejak masa kecil. ciri-ciri dan unsur kepribadian sebenernya sudah tertanam dalam jiwa seseorang sejak awal, yaitu di masa kanak-kanak melalui proses sosialisasi dalam keluarga yang tentunya akan dipengaruhi oleh faktor daerah, cara hidup di desa atau kota, agama, kelas sosial, dll
Pola Saling Menghormati dan Saling Memberi Masyarakat Melayu
Pola saling menghormati dan saling memberi adalah salah satu gejala sosial. gejala saling menghormati dan saling memberi dalam masyaratkat melayu tampak dalam tiga kegiatan yang saling berkaitan, yaitu menanam budi (memberi), menerima budi (menerima), dan membalas budi (membalas)
a. menanam Budi
menanam budi disebut juga membuat budi atau menabur budi. menanam budi bertujuan untuk berbuat baik.
b. menerima Budi
Budi diberikan kepada orang lain seperti misalnya saudara sekerabat, tetangga, dan sahanat karib. menurut adat-istiadat Melayu, budi yang diberikan harus diterima dan dihargai sebagai tanda penghargaan dengan menyampaikan ucapan terima kasih.
c. membalas Budi
tidak ada kewajiban untuk membalas budi seseorang. akan tetapi, setiap orang yang menirima budi merasa berkewajiban membalas kebaikan yang diberikan dengan kebaikan pula.
sumber:
http://sandranurhaqi.blogspot.com/2013/01/pengaruh-kebudayaan-terhadap-kepribadian.html
http://nurafni.com/2012/12/15/tradisi-masyarakat-melayu/
menurut Ralph Linton, kebudayaan adalah warisan dari anggota masyarakat. artinya kebudayaan bersifat turun temurun. Meskipun masyarakat akan senantiasa silih berganti oleh kebudayaan dan kelahiram. kebudayaan itu sendiri secara langsung dapat mempengaruhi kepribadian individu, karena individu itu tinggal di lingkungan masyarakat yang memiliki kebudayaan.
dalam proses sosial kebudayaan tidak pernah lepas dari kepribadian, dalam proses belajar sosialisasi yang panjang. gagasan tingkah laku, atau tindakan manusia itu di tata, dikendalikan pola-polanya oleh sistem nilai dan norma dalam masyarakat. sebaliknya, kebudayaan turut memberikan sumbangan pada pembentukan kepribadian.
Walaupun berbeda satu sama lain hal itu akan dirancang oleh norma dalam proses sosialisasi dan proses kebudayaan selana hidup sejak masa kecil. ciri-ciri dan unsur kepribadian sebenernya sudah tertanam dalam jiwa seseorang sejak awal, yaitu di masa kanak-kanak melalui proses sosialisasi dalam keluarga yang tentunya akan dipengaruhi oleh faktor daerah, cara hidup di desa atau kota, agama, kelas sosial, dll
Pola Saling Menghormati dan Saling Memberi Masyarakat Melayu
Pola saling menghormati dan saling memberi adalah salah satu gejala sosial. gejala saling menghormati dan saling memberi dalam masyaratkat melayu tampak dalam tiga kegiatan yang saling berkaitan, yaitu menanam budi (memberi), menerima budi (menerima), dan membalas budi (membalas)
a. menanam Budi
menanam budi disebut juga membuat budi atau menabur budi. menanam budi bertujuan untuk berbuat baik.
b. menerima Budi
Budi diberikan kepada orang lain seperti misalnya saudara sekerabat, tetangga, dan sahanat karib. menurut adat-istiadat Melayu, budi yang diberikan harus diterima dan dihargai sebagai tanda penghargaan dengan menyampaikan ucapan terima kasih.
c. membalas Budi
tidak ada kewajiban untuk membalas budi seseorang. akan tetapi, setiap orang yang menirima budi merasa berkewajiban membalas kebaikan yang diberikan dengan kebaikan pula.
sumber:
http://sandranurhaqi.blogspot.com/2013/01/pengaruh-kebudayaan-terhadap-kepribadian.html
http://nurafni.com/2012/12/15/tradisi-masyarakat-melayu/
makanan khas Palembang Pempek
Pempek
Saya akan membahas tentang Pempek. Pertama, perlu kita ketahui apa itu
Pempek? Pempek adalah makanan khas masyarakat Palembang. Biasanya makanan ini terbuat
dari ikan atau sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa Pempek adalah
makanan khas Palembang, karena hampir semua daerah di Sumatra Selatan
memproduksinya.
Pempek biasanya disajikan dengan saus berwarna hitam kecoklat-coklatan
yang disebut cuka atau cuko(bahasa Palembang). Cuko sendiri dibuat dari air
yang didihkan, lalu ditambah gula merah, cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan
garam. Bagi masyarakat Palembang, cuka dibuat pedas untuk menambah nafsu makan.
Tetapi, seiring masuknya pendatang dari luar pulau, maka saat ini banyak
ditemukan cuka dengan rasa manis bagi orang yang tidak suka rasa pedas.
Jenis pempek sendiri ada banyak, salah satu yang terkenal adalah
“pempek kapal selam”, yaitu telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan
digoreng dalam minyak panas. Ada juga pempek lain seperti pempek lenjer, pempek
bulat, pempek kulit ikan, pempek pistel, pempek telur kecil, dan pempek
keriting.
Pempek banyak ditemukan di seantro Kota Palembang. Hampir setiap sudut
kota Palembang menjual pempek. ada yang menjual direstoran, pinggir jalan,
kantin sekolah, dan ada juga yang dipikul.
Menurut sejarahnya, pempek ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang. yaitu sekitar abad ke-16, saat itu Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa dikesultanan Palembang Darussalam. Nama pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Salah satu resep pempek Palembang yang saya akan bahas adalah “Pempek
Lenjer”.
Bahan:
1 kg ikan
1 kg sagu
4 bt telur
4 sdm garam
4 sdt gula
2 gelas air es
Penyedap rasa
Cara membuat:
Ikan digiling halus, campurkan telur, garam, air, gula, lalu aduk
rata. Campurkan sagu, lalu buat bentuk lenjer. Lalu di rebus didalam air panas
sampai mengapung. Angkat dan tiriskan. Pempek bisa disajikan digoreng atau
hanya direbus. Jika ingin digoreng hanya perlu masukan Pempek yang sudah jadi
dalam minyak panas lalu tunggu beberapa menit sampai warna rada
kecoklat-coklatan
Sekarang saya akan membahas bagaimana cara membuat cuka
Bahan:
¼ bawang putih dihaluskan
Cabe rawit dihaluskan
½ gula merah
Garam
Air
Cara:
Rebus gula. Setelah mendidih masukkan bumbu, tambahkan cuka dan garam
Referensi:
Id.wikipedia.org/wiki/Pempek
http://www.kumpulansejarah.com/2012/11/sejarah-asal-usul-pempek-palembang.html
Subscribe to:
Comments (Atom)
